Mengenang Jasa, Melanjutkan Perjuangan: Dedikasi Tanpa Batas Para Masyayikh Al-Islah
Published on Nov 25, 2025
Wonosobo, 25 November 2025 – Hari ini, tanggal 25 November, bukan sekadar tanggal merah atau peringatan seremonial belaka. Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Islah, hari ini adalah momen sakral untuk menundukkan kepala sejenak, merenung, dan mengirimkan doa terbaik bagi sosok-sosok yang telah menjadi pelita dalam kegelapan: para Guru dan Masyayikh kita.Dalam tradisi pesantren, guru bukan sekadar penyampai materi pelajaran. Guru adalah orang tua rohani (spiritual) yang membimbing hati dan jiwa santri menuju jalan yang diridhoi Allah SWT. Sebagaimana terlihat dalam potret para Masyayikh kita, dari para pendiri (muassis) hingga pengasuh saat ini, terpancar keikhlasan yang tak terukur dalam mendidik generasi penerus umat.Beliau-beliau inilah yang mengajarkan kita mengeja alif ba ta, mengenalkan kita pada hukum halal haram, dan yang tak henti-hentinya mendoakan santri-santrinya di sepertiga malam agar menjadi insan yang nafi'an (bermanfaat).Di Hari Guru Nasional 2025 ini, mari kita perbarui niat thunthut ilmi (mencari ilmu) kita. Mari kita perkuat ta'dzim (rasa hormat) kita kepada guru. Karena seperti kata pepatah ulama, "Keberkahan ilmu terletak pada ridho seorang guru."Teruntuk para Masyayikh dan Asatidz PP Al-Islah, terima kasih atas segala lelah, tetes keringat, dan kesabaran yang tiada batas. Kami mungkin belum bisa membalas jasa-jasa kalian, namun doa kami akan selalu menyertai setiap langkah perjuangan kalian.Allahummaghfir lihum warhamhum wa'afihi wa'fu 'anhum.Selamat Hari Guru Nasional 2025. Baktiku untuk Guru, Jaryahku untuk Negeri.