Sejarah Pondok Pesantren Al-Islah

Perjalanan panjang dalam menyebarkan ilmu dan dakwah Islam sejak tahun berdiri hingga menjadi lembaga pendidikan Islam terkemuka

Landasan Filosofis

Agama Islam telah menempatkan orang-orang yang beriman dan berilmu pada tempat yang lebih tinggi, dan memerintahkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan mensejahterakan kehidupan manusia di dunia dan akhirat.

Dengan makin berkembangnya ilmu pendidikan dan teknologi (IPTEK) sekaligus merupakan tantangan yang harus dihadapi khususnya umat Islam, maka Pondok Pesantren Al-Islah sebagai wahana pengembangan dan penggemblengan generasi penerus tanpa menghilangkan jati diri dan disiplin ilmu sebagai ciri khas pendidikan agama Islam yaitu pemantapan keimanan dan ketakwaan (IMTAQ) akan terus meningkatkan sains dan teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Profil Pondok

Awal Berdiri (1940)

Pondok Pesantren Al-Islah didirikan oleh Ky. Sahro Wardi bin Ky. Abu Mansyur pada tahun 1940. Mula-mula hanya berupa pondok yang masih sangat sederhana dan hanya menampung beberapa santri saja. Pada awalnya, pelajaran hanya sebatas pengkajian dan hafalan Al-Qur'an (Juz Amma) saja.

Dengan visi yang sederhana namun mulia, pesantren ini dimulai dari kesederhanaan namun dengan tekad yang kuat untuk menyebarkan ilmu agama Islam dan mencetak generasi muslim yang berakhlak mulia.

Kepemimpinan Tiga Generasi

Ky. Sahro Wardi

1940 - 1962

Pendiri dan Pimpinan Pertama

Ky. Akhmad Thohari

1962 - 1988

Pimpinan Generasi Kedua

Ky. Akhmad Muzaini

1988 - Sekarang

Pimpinan Generasi Ketiga

Ky. Sahro Wardi wafat pada tahun 1962, lalu kepemimpinan diteruskan oleh Ky. Akhmad Thohari (1962-1988), dan selanjutnya oleh Ky. Akhmad Muzaini (1988-sekarang). Dengan kata lain, pesantren sudah mengalami 3 generasi kepemimpinan yang penuh dedikasi dan komitmen dalam mengembangkan pendidikan Islam.

Era Transformasi: Pesantren Komprehensif (1988)

Sejak tahun 1988, pesantren mengalami kemajuan yang sangat pesat, yang ditandai dengan perubahan pesantren menjadi pesantren yang bersifat komprehensif. Pondok Pesantren Al-Islah berhasil memadukan pendidikan formal di lingkungan pesantren dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional pesantren.

Perkembangan Pendidikan Formal

MI Ma'arif

Didirikan 1978

Madrasah Ibtidaiyah sebagai fondasi pendidikan formal tingkat dasar

MTs Ma'arif As Sahro

Didirikan 1995

Madrasah Tsanawiyah untuk pendidikan menengah pertama

SMA Takhassus As Sahro

Didirikan 2004

Sekolah Menengah Atas dengan program takhassus (spesialisasi)

SMK Takhassus As Sahro

Didirikan 2013

Sekolah Menengah Kejuruan untuk keterampilan praktis

Lokasi Strategis

Pondok Pesantren Al-Islah berada di Dukuh Magersari yang terletak paling ujung timur Kabupaten Wonosobo, merupakan daerah perbatasan antara 2 (dua) kabupaten: sebelah timur Kabupaten Magelang, sebelah selatan Kabupaten Purworejo.

Detail Lokasi

Koordinat: -7.513138 LS, 110.046283 BT
Jarak ke Kecamatan: 9 km dari Kepil
Jarak ke Ibu Kota: 30 km dari Wonosobo
Alamat Lengkap: Jl. Magelang-Wonosobo KM 30

RT 03 RW 01 Gondangsari, Rejosari, Kepil, Wonosobo

Pesantren Masa Kini

Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren Al-Islah terus berusaha untuk berinovasi mengembangkan berbagai program kegiatan di pondok pesantren. Program-program unggulan yang dikembangkan mencakup berbagai aspek pendidikan dan keterampilan untuk mempersiapkan santri menghadapi tantangan masa depan.

Program Unggulan

Tahfidz Al-Qur'an

Program menghafal Al-Qur'an dengan metode yang efektif

Tahsin Al-Qur'an

Perbaikan bacaan Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid

Keterampilan Menjahit

Pelatihan menjahit untuk kemandirian ekonomi

Pertukangan

Keterampilan teknis dan praktis

Keterampilan Lainnya

Berbagai program keterampilan sesuai kebutuhan

4 Sekolah Formal

Pendidikan formal dari MI hingga SMK

Hingga saat ini, Pondok Pesantren Al-Islah dalam perkembangannya dipimpin oleh Ky. Ahmad Muzaini sebagai Pimpinan Pondok dan Ky. Sulaiman Quro' sebagai Kepala Madrasah Diniyah, dengan 4 sekolah formal yang terus berkembang melayani pendidikan generasi muslim yang unggul.

Timeline Perkembangan

1940

Pendirian Pesantren

Didirikan oleh Ky. Sahro Wardi bin Ky. Abu Mansyur dengan pondok sederhana, mengajarkan Al-Qur'an (Juz Amma).

1962

Kepemimpinan Kedua

Ky. Akhmad Thohari mengambil alih kepemimpinan setelah wafatnya Ky. Sahro Wardi.

1978

Pendidikan Formal Pertama

Pendirian MI Ma'arif sebagai langkah awal integrasi pendidikan formal di lingkungan pesantren.

1988

Era Pesantren Komprehensif

Ky. Akhmad Muzaini memimpin transformasi pesantren menjadi lembaga pendidikan komprehensif.

1995

Jenjang Menengah

Pendirian MTs Ma'arif As Sahro untuk melanjutkan pendidikan tingkat menengah pertama.

2004

Pendidikan Menengah Atas

Pendirian SMA Takhassus As Sahro untuk pendidikan tingkat menengah atas.

2013

Pendidikan Kejuruan

Pendirian SMK Takhassus As Sahro untuk memberikan pendidikan kejuruan kepada santri.

2025

Masa Kini

Program inovatif Tahfidz Al-Qur'an, Tahsin, keterampilan menjahit, pertukangan dengan 4 sekolah formal.

Foto Pendiri

Ky. Sahro Wardi

Pendiri Pondok Pesantren Al-Islah (1940-1962)

Ky. Sahro Wardi bin Ky. Abu Mansyur adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Islah pada tahun 1940. Beliau memulai dengan pondok yang sangat sederhana dan hanya menampung beberapa santri, mengajarkan pengkajian dan hafalan Al-Qur'an (Juz Amma).

Kepemimpinan Tiga Generasi:
• Ky. Sahro Wardi (1940-1962) - Pendiri
• Ky. Akhmad Thohari (1962-1988) - Generasi Kedua
• Ky. Akhmad Muzaini (1988-sekarang) - Generasi Ketiga

Visi dan dedikasi beliau dalam menyebarkan ilmu agama Islam terus dilestarikan hingga kini, dengan transformasi pesantren menjadi lembaga pendidikan komprehensif yang memadukan pendidikan formal dan pesantren tradisional.

Sinergi Pendidikan

Lingkungan Pondok Pesantren

Partner 1
Partner 2
Partner 3
Partner 4
Partner 1
Partner 2
Partner 3
Partner 4

MI, MTs, SMK, dan SMA yang berkomitmen mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia.

👋 Assalamu'alaikum!
Ada yang bisa kami bantu?